Budi Arie Setiadi: Mensuport Presiden di Zaman Berita Hoax

Di masa modern ini, aliran kabar menyebar dengan pesatnya, dan banyak orang yang bisa memperdengarkan satu informasi cuma dengan sekali posting tulisan, atau cuma memperhatikan satu video di YouTube. Kecuali memberikan kabar yang luas terhadap masyarakat, terbukti ada sisi negatif yang cukup besar yang bisa merugikan banyak orang. Pihak-pihak yang bisa dirugikan terbukti tak cuma rakyat awam jpnn, tapi juga para politikus sampai seorang presiden. Sebab itu, pada masa dimana hoax bisa tersebar dengan gampang, pak budi arie setiadi, sebagai pendiri organisasi pendorong Jokowi, berjuang semaksimal mungkin demi mempertahankan presiden RI kini ini dari bermacam-macam serangan hoax dan fitnah.

Meski ada banyak sekali member masyarakat, politikus, dan oposisi yang mengklaim bahwa berita negatif mengenai Jokowi itu benar seluruh, hal hal yang demikian tak memadamkan motivasi pak Budi Arie dalam membela martabat sang presiden Indonesia. Beliau sungguh-sungguh yakin bahwa banyak sekali fitnah dan hoax yang dilancarkan oleh pihak oposisi demi menggulingkan, atau menghalangi daya kerja presiden RI dikala ini. Melainkan pak Budi dan kawan-kawan sesama relawannya yakin bahwa pak Jokowi merupakan presiden yang bagus, dan sesuai untuk dibela dari pelbagai variasi tudingan yang bisa merusak citra pantasnya sebagai pemimpin bangsa.

Dalam hal ini, pak Budi dan organisasi yang didirikannya, Projo, sudah melaksanakan banyak hal demi menolong pak Jokowi. Kecuali membela reputasi pak Jokowi dihadapan publik dan media masa. Ia dan relawannya juga sudah menjalankan pelbagai variasi kesibukan kemanusiaan dan politik, seperti menolong korban petaka di pelbagai tempat sampai ke luar negeri, berkampanye membela Jokowi, serta menyatakan aspirasinya terhadap rakyat, yang intinya meyakinkan bahwa Joko Widodo sepatutnya memimpin untuk satu jangka waktu lagi.

Tetapi walaupun motivasinya sungguh membara, hal ini tak menutup kenyataan bahwa banyak sekali harga-harga keperluan masyarakat yang kian mahal, serta harga poin tukar rupiah yang kian melemah. Padahal demikian itu, pak Budi dan Projo konsisten yakin dengan pasti, bahwa pembangunan infrastruktur ialah hal yang diperlukan oleh negara ini, sebab luasnya tanah dan lautan yang kita miliki, dan juga jumlah penduduk yang amat banyak.